| Grebeg Sudiro telah menjadi agenda rutin tahunan setiap menjelang perayaan Imlek. andrie-online.do.am - Menjelang Tahun Baru Imlek 2012, sekitar
4.000 kue keranjang diperebutkan di depan kawasan Pasar Gede Solo,
Minggu, 15 Januari 2012.
"Nanti ada 10 gunungan yang siap
diperebutkan oleh warga masyakarat. Selain gunungan kue keranjang, juga
ada gunungan cakwe, bolang-baling, bakpao dan gunungan lainnya," kata
Humas Panitia Imlek Bersama, Sumartono Hadinoto kepada VIVAnews.com, Minggu 15 Januari 2012.
Sebanyak
2.000 peserta diperkirakan akan ikut memeriahkan acara tersebut yang
rencananya akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Selain arak-arakan
gunungan, kirab Grebeg Sudiro juga diramaikan sejumlah kelompok
kesenian, seperti barongsai, liong dan lampion yang menjadi simbol
kebudayaan masyarakat Tionghoa.
"Selain barongsai, nanti kesenian tradisional seperti reog, topeng ireng dan lainnya akan ikut ambil bagian," katanya.
Selain
untuk memperingati Imlek, Grebeg Sudiro seperti dijelaskan Sumartono,
juga sebagai bentuk perayaan dari keberadaan kampung pecinan
Sudiroprajan dan Balong.
"Kampung pecinan memang dekat dengan
Pasar Gede. Dan pasar tersebut sangat erat kaitannya dengan masyarakat
Tionghoa sehingga grebeg tersebut juga untuk memperingati ulang tahun
Pasar Gede," ujarnya.
Lebih lanjut dia, mengungkapkan Grebeg
Sudiro telah menjadi agenda rutin tahunan setiap menjelang perayaan
Imlek. Bahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo telah
menetapkan Grebeg Sudiro termasuk salah satu agenda kalender even
tahunan pariwisata di Solo. (Laporan: Fajar Sodiq, Solo) • VIVAnews Sumber
|